Download Games dan software Gratis Zulmi's Blog Download Games dan software Gratis

Rabu, 25 Maret 2009

Sharing Local Drive(FOLDER/FILE)


Sharing local drive dimaksudkan untuk memberikan hak pakai pada komputer lain, sehingga anda dapat melihat isi dari komputer lain.

Langkah-langkah yang digunakan untuk menentukan sharing local drive ini adalah sebagai berikut :

1. Pada layar Desktop, klik dua kali (double click) pada shortcut My Computer dan di layar akan terlihat jendela My Computer.

2. Klik kanan pada Hard Disk Devices, misalnya drive D:, kemudian klik pilihan Sharing and Security. Perhatikan tampilan berikut ini :

  1. Kotak dialog drive D: akan terlihat di layar dan klik pada tab Sharing, Perhatikan tampilan berikut ini :

  1. Klik link If you understand the risk but still want to share the root of the drive, click here sehingga di layar akan terlihat kotak dialog seperti berikut :

  2. Klik pilihan Share this folder on the network, kemudian tentukan nama dari drive yang akan di sharing sehingga nama tersebut akan terlihat dan dapat dibaca oleh computer lain, misalnya DATA (D). Anda dapat menentukan sharing ini untuk computer-komputer lain dalam suatu jaringan.

  3. Klik tombol OK.

Sharing Printer

Instalasi driver printer

1.pilih pada pilihan yang pertama untuk otomatis, atau pilih pada pilihan kedua untuk menunjukkan tempat yang lebih spesifik.

2.Tunggu sebentar, system mencari file driver printer

Sebelum melakukan sharing printer,printer harus sudah terinstal driver,yang perlu mengindtal driver adalah komputer yang menjadi server

3.Hardware telah teridentifikasi (Update)

Server

  1. Klik tombol Start yang ada pada baris Taskbar, kemudian klik pilihan Printers and Faxes. Jendela Printer and Faxes akan terlihat di layer (perhatikan gambar dibawah ini).

  2. Klik menubar File, Sharing atau klik kanan mouse pada jenis printer yang akan disharing, kemudian klik pilihan Sharing… Perhatikan tampilan berikut :

  1. Klik tab Sharing, kemudian klik pilihan Share this Printer.

  2. Ketik nama printer yang dishare tersebut, misalnya Printer HP LaserJet 2100 PCL6. perhatikan tampilan berikut :

  1. Klik tombol OK.

Setelah proses sharing printer pada computer server dilakukan, maka langkah berikutnya adalah instalasi printer pada computer user/client. Pada bagian ini diasumsikan bahwa computer server bernama TRAINING dengan jenis printer yang telah dishare HP LaserJet 2100 PCL6.


Client

Langkah yang digunakan untuk instalasi printer pada user/client adalah sebagai berikut :

  1. Klik tombol Start yang ada pada baris Taskbar, kemudian klik pilihan Printers and Faxes.

Selain menggunakan cara di atas, Anda dapat menggunakan perintah pada jendela Control Panel, klik icon Printers and Other Hardware. Dil layar akan terlihat jendela Printers and Other Hardware, kemudian klik icon Printers and Faxes.

  1. Pada jendela Printers and Faxes, klik pilihan Add a Printer atau klik menubar File, kemudian klik pilihan Add Printer. Di layar akan terlihat jendela Add Printer Wizard. Perhatikan gambar dibawah ini :

  1. Klik tombol Next> untuk menampilkan kotak dialog berikutnya.

  2. klik pilihan A network printer, or a printer attached to another computer. Perhatikan tampilan berikut :

  1. Klik tombol Next> untuk melanjutkan pada langkah berikutnya, kemudian klik pilihan Browse for a printer. Perhatikan tampilan berikut :

  1. Klik tombol Next> untuk memilih jenis printer yang terinstal pada computer server dan telah dilakukan share. Misalnya computer server TRAINING dengan jenis printer HP LaserJet 2100 PCL6. Perhatikan tampilan berikut :

7. Klik tombol Next> untuk menampilkan kotak dialog berikutnya, kemudian printer yang Anda instalasi tersebut akan dijadikan sebagai standard penggunaan printer (default printer), maka klik pilihan Yes pada bagian do you want to use this printer? Perhatikan gambar berikut ini. Kemudian klik tombol Next> untuk menuju pada kotak dialog tersebut.

  1. Klik tombol Finish untuk mengakhiri proses instalasi tersebut. Perhatikan tampilan berikut yang berisi informasi proses instalasi printer.

Sabtu, 14 Februari 2009

Router & DHCP Server Mikrotik

ROUTER & DHCP SERVER MIKROTIK

  • Installasi

    1. Booting melalui CD-ROM

    1. Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan.
Read more

    1. Tekan “ i “ setelah selesai memilih software, lalu akan menu pilihan seperti ini :

- Do you want to keep old configuration ? [ y/n] tekan Y

- Continue ? [ y/n] tekan Y

Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak perlu membuat partisi hardisk karena secara otomatis dia akan membuat partisi sendiri.

    1. Ptoses Installasi

    1. Setelah proses installasi selesai maka kita akan di minta untuk merestart system, tekan enter untuk merestart system.

    1. Setelah computer booting kembali ke system mikrotik, akan ada pilihan untuk melakukan check system disk, tekan “ y “ .
    2. Setelah itu akan muncul menu login

Mikrotik login = admin

Password = ( kosong , enter saja )

    1. Untuk software license tekan “ y “ . Lalu enter beberapa kali sampai muncul

prompt untuk command line.

Setting IP Address, Gateway & Name server

  • IP Address
    1. Bentuk perintah konfigurasi

[admin@mikrotik] > ip address add address={ ip address/netmask }

[admin@mikrotik] > interface={ nama interface, ether1 atau ether2 bila ada 2 network card }

[admin@mikrotik] > ip address print{untuk melihat hasil dari konfigurasi.}

Contoh:

    1. Gateway

Bentuk perintah konfigurasi :

[admin@mikrotik] > ip route add gateway={ ip gateway }

[admin@mikrotik] > ip route print{untuk melihat routing table.}

Contoh:

    1. Name Server

Bentuk perintah konfigurasi :

[admin@mikrotik] > ip dns set primary-dns={ dns utama } seconday-dns={ dns ke dua }

[admin@mikrotik] > ip dns print{untuk melihat hasil dari konfigurasi dns.}

Contoh:

    1. Routing static

Bentuk Perintah konfigurasi :

[admin@mikrotik] > ip route add dst-address={ ip network atau ip host

yang dituju }

[admin@mikrotik] > gateway={ ip gateway untuk melewati paket }

Contoh:

Artinya tujuan network 192.168.111.0/26 lewat gateway 172.16.18.11


Network Address Translation & Transparent Proxy Server with Web Proxy

  • Network Address Translation

[admin@mikrotik] > ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface= { ether yang langsung terhubung ke internet langsung atau public }

[admin@mikrotik] > ip firewall nat print {untuk melihat table nat.}

Contoh:

  • Transparent Proxy Server & Web Proxy

    1. Setting web proxy :

[admin@mikrotik] > ip web-proxy set

parent-proxy={proxy parent/optional}

hostname={ nama host untuk proxy/optional}

port={port yang mau digunakan}

src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi ke

parent proxy/default 0.0.0.0}

transparent-proxy=yes

max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan sebagai

cache/default 4096 in Kilobytes}

max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan dipakai sebagai

penyimpan file cache/ unlimited | none | 12 in megabytes}

cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan apabila

proxy eror, status akan dikirim ke email tersebut}

enable==yes

Note :

ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy}

ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}

    1. Setting firewall untuk Transparant Proxy

Bentuk perintah konfigurasi :

[admin@mikrotik] > ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports={ port proxy }

Contoh konfigurasi :

DHCP Server

Untuk membuat DHCP Server diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :


1. Membuat address pool dan menentukan IP Range

[admin@mikrotik] > ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.111.2-192.168.111.63
[admin@mikrotik] > ip dhcp-server network add address=192.168.111.0/26 gateway=192.168.111.1

Contoh:


2. Tentukan interface yang dipergunakan dan aktifkan DHCP Server.

[admin@mikrotik] > ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

[admin@mikrotik] > ip dhcp-server print

Contoh:

Setelah konfigurasi di atas selesai langkah terakhir adalah tes router & dhcp server pada clients

Jumat, 14 November 2008

MENGINSTAL OPEN SUSE 11.O BERBASIS “GUI”

Dbuat Oleh : ZULMI RIZAH AHMAD JUNAEDI

Guru Pembimbing : NOMIYASARI

v SISTEM OPERASI/ OPERATING SISTEM (OS)

Sistem operasi atau: operating system (OS) adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.

Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstall. Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau operating system(OS) adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi

Macam-macam Sistem Operasi(OS)

1) WINDOWS

2) LINUX

3) UNIX

4) MS-DOS

5) FREE BSD

6) MAC OS

v SEARAH LINUX

SUSE bermula di awal tahun 1990-an di mana Linux terdiri dari sekitar 50 keping disket dan dapat diunduh/diambil lewat internet, tetapi pengguna potensial yang memiliki koneksi internet tidaklah banyak. Kemudian S.u.S.E. GmbH menghimpun disket-disket Linux yang dapat dibeli (tanpa harus memiliki koneksi internet). SuSE tersebarluas oleh Suse GmbH dengan lokalisasi instalasi dalam bahasa Jerman dan dengan itu menciptakan distribusi dari banyak pengguna berbahasa Jerman. Alat instalasi dari Slackware diganti dengan YaST hasil pengembangan Suse GmbH sendiri. Mulai April 1994 Paket Suse-Linux Versi 1.0 mulai menggunakan CD, tidak lagi dalam disket (yang sudah mencapai 70 keping).

Versi pertama yang berdiri sendiri terlepas dari Slackware diterbitkan pada Mei 1996 dengan nama S.u.S.E. Linux, versi 4.2. Penomoran 4.2 dalam versi ini diakibatkan dari diskusi panjang di mana penomoran versi 1.1 ditolak dan angka 42 lebih disukai karena merupakan "jawaban dari segala pertanyaan terhadap segala pertanyaan" (Answer to Life, the Universe, and Everything) menurut roman karya Douglas Adams The Hitchhiker's Guide to the Galaxy. Pada versi ini untuk pertama kalinya, dalam distribusi dengan 3 CD, disertai sebuah Live-Filesystem.

Mulai dari versi 4.2 angka penjualan Suse Linux meningkat tajam. Pengguna professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan produk SuSE Business Linux. Konsep ini kemudian tetap dijual melalui SUSE Linux Enterprise Server (SLES), yang boleh diperoleh di samping siklus rilis dan pembaruan yang panjang dengan dukungan tawaran dan pelatihan yang beragam.

Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, pada versi 6.1 mulai juga mendukung platform DEC, Alpha AXP dan platform PowerPC pada versi 6.3. Kedua distribusi memiliki pengaruh penting bagi pengembangan kualitatif Distribusi Suse Linux. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium dan IBM 390 (Z-Series).

Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada 4 November 2003, Novell mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE.[2] Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004.[3] SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004 YaST ditempatkan di bawah Lisensi Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna SUSE Linux.

SUSE(OPEN SUSE), sebelumnya bernama SUSE Linux dan SuSE Linux Professional,[1] , adalah salah satu distro Linux dari perusahaan Novell, atau lebih tepat dari anak perusahaannya Suse Linux GmbH (Software- und System-Entwicklungsgesellschaft mbH, Nürnberg yang berarti pengembangan -perangkat lunak dan -sistem). SUSE Linux awalnya merupakan distro Slackware terjemahan bahasa Jerman. Ada informasi tidak resmi yang mengatakan bahwa S.u.S.E berhubungan dengan ilmuwan komputer Jerman Konrad Zuse karena pengucapan namanya yang sama.

Terdapat dua (2) distro utama SUSE Linux yang saat ini aktif:

  • SUSE Linux Enterprise : SLE adalah solusi sumber terbuka dari Novell untuk perusahaan besar. Terdiri dari dua paket, yaitu:

· SUSE Linux Enterprise Server : SLES adalah Sistem Operasi Server Perusahaan yang merupakan komponen SLE.

· SUSE Linux Enterprise Desktop : SLED adalah Sistem Operasi Desktop Perusahaan yang merupakan komponen SLE.

  • openSUSE : sebuah proyek masyarakat, yang disponsori oleh Novell, dirancang untuk pengguna rumahan.







PROSES INSTALASI

1) Sediakan DVD Open SUSE 11.0 kemudian masukan ke dalam DVDROM.

2) Boot komputer dengan posisi DVDROM sebagai pilihan pertama pada boot device

priority di BIOS

3) Pilih Installation. Pada pilihan ini, kita dapat mengubah pilihan bahasa untuk

instalasi, ukuran layar, lokasi sumber instalasi (DVD atau melalui network), pilihan

kernel dan tambahan driver.

4) Kita akan masuk ke posisi Welcome Screen Dan anda bisa memilih bah

asa layanan. Lalu klick Next

5) openSUSE akan melakukan deteksi hardware dan sistem yang ada. Tunggu

sebentar hingga proses deteksi selesai dilakukan.

6) Pilihan berikutnya adalah pilihan instalasi, apakah berupa Instalasi Baru,Atau Update

atau Perbaikan Instalasi Sebelumnya. Karena proses ini merupakan instalasi

awal, pilih New Installation.


7) Berikutnya adalah menentukan waktu dan area waktu (Time Zone). Pilih Asia

Jakarta jika memang tinggal didaerah WIB dan pilih area lokasi lain jika tinggal di

area waktu WITA/WIT

8) Pilihan berikutnya adalah menentukan desktop manager. Tersedia berbagai

pilihan, baik Gnome, KDE 3.5, KDE 4maupun yang lain (XFCE, minimal system dll)

9) Setelah menentukan Desktop Manager, tahap selanjutnya adalah menentukan

formasi harddisk. Jika sudah memiliki data pada harddisk, tahap ini adalah tahap

yang perlu perhatian extra agar jangan sampai data yang sudah ada termasuk

kedalam bagian yang akan diformat. Saran saya, sebaiknya memilih partisi /

(partisi root) yang lebih besar daripada /home karena / akan menjadi folder utama

dan melakukan resize ukuran / jauh lebih sulit daripada melakukan resize ukuran

partisi lain

10) Tahap berikutnya adalah menentukan nama user dan password sistem. Untuk

kemudahan, kita bisa menggunakan password sistem sebagai password admin

(root)

11) Sebelum proses instalasi dilakukan, ada overview mengenai pilihan yang sudah

dilakukan. Kita masih bisa melakukan perubahan dari halaman overview ini.

12) Jika sudah OK, kita bisa memilih tombol Install.

13) Tahap terakhir adalah proses konfigurasi secara otomatis untuk menentukan

Panduan Instalasi openSUSE 11.0 Menggunakan DVD Instalasi

14) Setelah proses ini selesai, kita bisa menggunakan openSUSE 11.0 dengan

leluasa.




Penulis


Zulmi Rizah Ahmad Junaedi


Minggu, 19 Oktober 2008

karena 8mb sisa partisi tersebut akan selalu ada setiap kali kita format hardisk dengan format NTFS akan tetapi jika kita format dengan FAT32 atau FAT maka 8mb tersebut akan hilang, karena format NTFS memberikan cluster yang lebih kecil terhadap hardisk dibandngkan dengan FAT ataupun FAT32 sehingga selalu meninggalkan 8 mb unpartitions space.

apakah 8mb pada posisi mb tersebut mengagangu? maka ada dua jawaban, iya dan tidak.
iya jika 8mb tersebut berada pada awal partisi sebagai contoh spt ini :

unpartitioned space 8mb (unknown)
C: NTFS [SYSTEM] 39998mb
D:NTFS [DATA] 74665mb

maka akan banyak terjadi kemungkinan PC tidak mau booting, itu terjadi karena MBR (mater boot record) yang rusak karena telah memformatnya dengan berbagai format ex: ext1, ext2. ext3 yang digunakan sebagai format dalam linux satu satunya jalan untuk memperbaiki kesalahan spt ini

dan akan tidak terjadi masalah jika 8mb unpartitioned space tersebut berada dibelakang patisi yang telah di buat.

untuk mengetahui apakah hardisk masih bagus apa tidaknya, tergantung perawatan yang dilakukan kamu, tapi gak ada salahnya untuk mengecek apakah terjadi badsector di hardisk kamu melalui : run>>cmd>> ketik chkdsk C: untuk mengecek hardisk pada partisi C: dan chkdsk D

C:\Documents and Settings\billing>chkdsk C:
The type of the file system is NTFS.

WARNING! F parameter not specified.
Running CHKDSK in read-only mode.

CHKDSK is verifying files (stage 1 of 3)...
File verification completed.
CHKDSK is verifying indexes (stage 2 of 3)...
Deleting index entry 15.gif in index $I30 of file 9621.
Index verification completed.

Errors found. CHKDSK cannot continue in read-only mode.

nah dari contoh diatas kita dapat mengetahui jika terjadi kesalahan pada system windows kita. dan untuk lebih jelasnya bisa kita ketikan kembali dengan menambahkan akhiran -f untuk mengoreksi eror tersebut ( chkdsk -f C: )
kemudian tambahkan akhiran -r untuk membetulkannya. setelah itu restart komputer , tunggu reaksinya setelah melewati booting sebelum masuk sistem operasi..

Kamis, 25 September 2008

generasi soket

1. Soket intel yaitu ;

Socket-1 adalah soket kedua dari seri soket standar yang dibuat oleh Intel yang digunakan di mikroprosesor-mikroprosesor x86 antara lain digunakan oleh prosesor Intel 80486SX dan 80486SX2, Intel 80486DX dan 80486DX2, serta Intel 80486DX4 Overdrive. Socket ini diperkenalkan pada bulan April 1989.

Socket ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

* Memiliki 169 pin, dengan layout 17x17 Pin-Grid Array
* Tegangan operasi yang digunakan adalah 5 Volt
Socket-2 adalah sebuah soket prosesor yang digunakan oleh prosesor Intel 80486SX dan 80486SX2, Intel 80486DX dan 80486DX2, Intel 80486DX4 Overdrive serta 486 Overdrive. Socket ini diperkenalkan pada bulan Maret 1992.

Socket ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

* Memiliki 238 pin, dengan layout 19x19 Pin-Grid Array
* Tegangan operasi yang digunakan adalah 5 Volt

Socket-2 adalah sebuah soket prosesor yang digunakan oleh prosesor Intel 80486SX dan 80486SX2, Intel 80486DX dan 80486DX2, Intel 80486DX4 Overdrive serta 486 Overdrive. Socket ini diperkenalkan pada bulan Maret 1992.

Socket ini memiliki karakteristik sebagai berikut:


Socket-3 adalah sebuah soket prosesor yang digunakan oleh prosesor Intel 80486SX dan 80486SX2, Intel 80486DX dan 80486DX2, Intel 80486DX4 Overdrive, 486 Overdrive serta AMD 5x86. Socket ini diperkenalkan pada bulan Februari 1994.

Socket ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

* Memiliki 237 pin,

dengan layout 19x19 Pin-Grid Array

* Tegangan operasi yang digunakan adalah 5 Volt atau 3.3 Volt
Socket-4 adalah sebuah soket prosesor yang digunakan oleh prosesor Intel Pentium generasi pertama (60 MHz dan 66 MHz) serta Pentium Overdrive. Socket ini diperkenalkan pada bulan Maret 1993.

Socket ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

Socket-5 adalah sebuah soket prosesor yang digunakan oleh prosesor Intel Pentium generasi kedua (75 MHz hingga 133 MHz) serta Pentium Overdrive. Socket ini diperkenalkan pada bulan Maret 1994.

Socket ini memiliki karakteristik sebagai berikut:


Socket-6 adalah sebuah soket prosesor yang digunakan oleh prosesor Intel 80486DX4 serta Intel Pentium Overdrive. Socket ini diperkenalkan pada bulan Februari 1994. Meski diperkenalkan, prosesor ini jarang diimplementasikan dalam sistem komputer yang beredar, mengingat pasar telah menggunakan prosesor Intel Pentium yang kinerjanya lebih cepat dibandingkan dengan prosesor 486.

Socket ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

* Memiliki 235 pin, dengan layout 19x19 Pin-Grid Array
* Tegangan operasi yang digunakan adalah 3.3 Volt
Socket-7 adalah sebuah soket prosesor yang digunakan oleh prosesor Intel Pentium generasi ketiga (75 MHz hingga 233 MHz), prosesor Intel Pentium MMX, AMD K5, AMD K6, Cyrix M1, Cyrix MII, serta Pentium II Overdrive. Socket ini diperkenalkan oleh Intel pada bulan Juni 1995.

Socket ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki 320 pin, dengan layout 37x37 SPGA (Staggered Pin-Grid Array)

  • Tegangan operasi yang digunakan bervariasi (berkisar antara 2.8 Volt hingga 3.465 Volt), karena memang Intel menggunakan Voltage Regulator Module (VRM) untuk meregulasi tegangan. VRM sendiri merupakan papan sirkuit yang terdapat di dalam motherboard yang menentukan tegangan operasi prosesor yang cocok.

Saat AMD serta Cyrix merilis prosesor dengan kecepatan bus 100 MHz atau lebih, mereka membuat ekstensi terhadap desain Socket-7 yang kemudian mereka namai sebagai Super Socket-7 atau Super7. Ini tentu saja membuat sistem-sistem yang masih menggunakan Socket-7 dapat menggunakan prosesor yang lebih cepat, hingga mencapai 500 MHz (prosesor AMD K6-3), yang bahkan hampir menyamai kecepatan prosesor Pentium II yang menggunakan Slot-1 atau Celeron Socket-370.

Socket 8


Spesifikasi

Tipe:

LIF-ZIF

Kontak:

387

Kecepatan bus:

66-75 MHz

Range tegangan:

2.1 - 3.5 V

Prosesor:

Pentium Pro 150~200, Pentium II OverDrive 300~333, Evergreen AcceleraPCI, PowerLeap PL-Pro/II, PowerLeap PL-Renaissance/AT, PowerLeap PL-Renaissance/PCI

Diperkenalkan pada

November 1995

Termasuk dalam seri Socket CPU

Socket 8Socket CPU Socket 8 digunakan secara khusus dengan prosesor Intel Pentium Pro dan Pentium II OverDrive. Intel tidak lagi memproduksi Socket 8 dan memilih Slot 1 dengan diperkenalkannya Pentium II.


Soket PGA 370 adalah salah satu tipe dudukan prosesor yang dipakai oleh jajaran prosesor buatan Intel, yaitu Celeron dan Pentium III. Soket yang diperkenalkan pertama kali kepada khalayak ramai pada bulan November 1998 ini memiliki 370 pin dengan luas penampang 37x37 SPGA (Staggered Pin-Grid Array). Tegangan operasi yang digunakan bervariasi karena Intel menggunakan sistem Automatic Voltage Regulator Module (Auto-VRM) untuk meregulasi tegangan.

Soket 370 awalnya hanya diperuntukkan bagi prosesor Intel Celeron yang mematok harga lebih murah daripada Pentium II maupun Pentium III. Celeron merupakan hasil praktek tandingan yang dilakukan oleh Intel menyusul maraknya komputer berbasis prosesor dengan soket 7 yang berharga murah, tetapi dengan kualitas yang tidak murahan. Pentium II kala itu berharga sangat mahal karena menggunakan chip terpisah sebagai cache L2. Selain itu, papan induk berbasis soket 7 juga lebih murah dibandingkan dengan papan induk berbasis slot 1 sehingga membangun sebuah sistem berbasis socket 7 dianggap jauh lebih ekonomis bila dibandingkan dengan Pentium II kala itu.

Setelah sukses menekan AMD dan Cyrix dengan Celeron-nya, Intel pun menggunakan desain soket ini untuk prosesor Pentium III terbaru miliknya, dimulai dari generasi Pentium III Coppermine hingga Tualatin. Alasan mengapa Intel menggunakan desain soket 370 pada prosesor Pentium III-nya adalah karena Intel mengintegrasikan cache L2 ke dalam inti prosesor setelah sebelumnya diletakkan terpisah pada kartrid. Ini juga menjadi sebab mengapa prosesor Pentium II dan Pentium III generasi awal terlihat berbeda apabila dibandingkan dengan semua prosesor pendahulunya, apalagi prosesor Pentium Pro.

Macam-macam soket processor pd motherboard mulai dari processor Intel Pentium I sampai Pentium IV.

• Intel Pentium I menggunakan slot 7 (Processor 8080 dg kecepatan 100,200,233 Mhz)

• Intel Pentium II menggunakan slot 1 dan ada juga yang menggunakan soket.( Processor 8085,286,486 dg kecepatan 240-450 Mhz)

• Intel Pentium III menggunakan Soket VGA 70.( Processor 386,186,156 dg kecepatan 400-1 Ghz)

• Intel Pentium IV menggunakan soket VGA 478.(Proicessor 4886 Dx1 dg kecepatan 1-2Ghz)

WIKIPEDIA